Pengertian | Fungsi | Zat Besi | Cobalt | Sumber Makanan


Zat Besi

Zat besi adalah suatu zat dalam tubuh manusia yang erat dengan ketersediaan jumlah darah yang diperlukan. Dalam tubuh manusia zat besi memiliki fungsi yang sangat penting, yaitu untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dan mengangkut electron di dalam proses pembentukan energi di dalam sel.

Cobalt 

Cobalt adalah elemen pertama dalam kolom kesembilan tabel periodik. Kobalt diklasifikasikan sebagai logam transisi. Atom Kobalt memiliki 27 elektron dan 27 proton dengan 32 neutron dalam isotop yang paling melimpah.

1. Membawa Oksigen
Zat besi berfungsi sebagai pembawa oksigen dan berperan dalam mentransfer oksigen antar sel  sehingga oksigen dapat diistribusikan ke seluruh tubuh untuk menjamin fungsi-fungsi organ berlangsung dengan semestinya.
2. Membantu Pembentukan HemoglobinZat besi berperan penting dalam membentuk hemoglobin. Zat besi merupakan komponen pembentuk hemoglobin dan memberikan warna merah tua pada sel darah serta membantu membawa oksigen ke sel-sel tubuh.
3. Membantu Fungsi Otot
Zat besi merupakan unsur penting bagi kesehatan otot. Zat besi terdapat dalam jaringan otot dan membantu suplai oksigen yang diperlukan untuk kontraksi otot.
4.
Membantu Fungsi Otak
Pengembangan otak adalah salah satu manfaat zat besi. Karena suplai oksigen ke darah dibantu oleh zat besi dan otak menggunakan sekitar 20% oksigen darah, zat besi secara langsung berkaitan dengan kesehatan otak dan fungsi otak.
5. Mengatur Suhu Tubuh
Zat besi adalah fasilitator bagi pengaturan suhu tubuh. Semakin baik kapasitas serapan tubuh terhadap zat besi, semakin baik tubuh mengendalikan suhu badan.
6. Membantu Sintesis Neurotransmitter
Zat besi berperan penting dalam pembentukan beberapa neurotransmitter esensial seperti dopamine, norepinephrine, dan serotonin. Neurotransmitter adalah bahan kimia yang mengolah dan mengirim sinyal syaraf. Zat-zat kimia ini berperan penting dalam berbagai aktivitas yang melibatkan fungsi syaraf dan otak.
7. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Zat besi berperan penting dalam pembentukan sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit dan infeksi. Kekurangan zat besi menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit.
8. Membantu Metabolisma
Zat besi juga berperan dalam metabolisma energi dalam tubuh, dimana energi yang diekstrak dari makanan yang dikonsumsi akan didistribusikan ke seluruh tubuh.
9. Membantu Pembentukan Enzim
Zat besi merupakan komponen penting penyusun beberapa jenis enzim dan bahan penting lainnya dalam tubuh seperti myoglobin, cytochrome dan katalase.
10. Mencegah dan Menyembuhkan Anemia
Kekurangan asupan zat besi dari makanan dapat menyebabkan anemia (kurang darah). Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi dapat menyembuhkan beberapa jenis penyakit anemia.

Cobalt 
Cobalt merupakan bagian dari vitamin B12 (cyanoko balamin). Setiap molekul vitamin mengandung 1 atom kobalt. Sementara setiap mg vitamin B12 mengandung 0,0434 mg kobalt. Logam ini merupakan nutrisi bisa mengurangi anemia melalui mekanisme yang berkaitan dengan produksi sel darah merah. Dalam jumlah sangat kecil kobalt merupakan unsur yang esensial bagi kesehatan tubuh. Kobalt sebagai mikro nutrisi bisa diperoleh pada mikroorganisme, hewan dan tumbuhan. Rata – rata kebutuhan Co manusia adalah sebesar 1 mg/hari. Sebagian besar akan dibuang, kecuali Co dalam vitamin B12. Sebagian besar Co dalam tubuh terikat dalam vitamin B12. Pada manusia kadar Co normal dalam plasma darah adalah sebesar 1 mg/100 ml (Rompas, 2010).

SUMBER MAKANAN
SUMBER MAKANAN

 Zat Besi
1. Kulit Kentang
2. Daun Bayam
3. Jagung
4. Kangkung
5. Chard
6. Buah Aprikot
7. Buah Bit hijau
8. Buah jeruk
9. Buah Prune
10. Kacang tanah, kacang hijau dan kacang kedelai
11. Kacang Lentil
12. Beras merah13. Roti Gandum
13. Kismis
14. Sereal
15. Buah Kering
16. Yoghurt
17. Telur
18. Daging Sapi
19. Ikan
18.

Cobalt
Mineral cobalt mudah ditemukan pada berbagai jenis makanan alami. Terutama cobal sebagai bagian dari vitamin B12, dapat diambil dari daging, hati, kerang, tiram, dan susu. Hapir semua ikan laut memiliki kandungan cobalt. Jika diambil dari unsur sayuran, mineral ini dapat diperoleh dengan mengnsumsi kacang-kacangan, bayam, kubis,selada,sayuran bit, dan buah ara.

Kebutuhan  Zat Besi
Angka kecukupan zat besi yang dianjurkan adalah :
  • Anak 2-6 tahun 4,7 mg/hari
  • Usia 6-12 tahun 7,8 mg/hari
  • Laki-laki 12-16 tahun 12,1 mg/hari
  • Gadis 12-16 tahun 21,4 mg/hari
  • Laki-laki dewasa 8,5 mg/hari
  • Wanita dewasa usia subur 18,9 mg/hari,
  • Wanita menopause 6,7 mg/hari
  • Wanita menyusui 8,7 mg/hari.
Angka kecukupan ini dihitung berdasarkan ketersediaan hayati (bioavailability) sebesar 15%. Zat besi dalam makanan dapat berasal dari sumber nabati dengan ketersediaan hayati 2-3% dan sumber hewani dengan ketersediaan hayati 20-23%. Untuk meningkatkan ketersediaan hayati, zat besi yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dapat ditambahkan dengan vitamin C dan asam organik lainnya.

Cobalt
Kebutuhan cobalt sangat rendah dengan asupan harian rata-rata cobalt adalah sekitar 5-8 mcg. Hal ini biasanya tidak diberikan dalam suplemen namun hanya dalam makanan sehari-hari. Dalam tes darah, jumlah logam (termasuk cobalt) dalam aliran darah anda akan dihitung dalam mikrogram per liter. Orang yang sehat memiliki berbagai cobalt normal 0,19-0,4 mikrogram per liter. Logam dalam aliran darah hanya menyajikan dalam jumlah yang sangat kecil dan seseorang dengan kadar kobalt yang normal bisa mengumpulkan semua cobalt dalam sistem mereka bersama-sama dan datang dengan jumlah yang lebih kecil dari butiran pasir.


DAMPAK KEKURANGAN DAN KELEBIHAN

Kekurangan Zat Besi
  1. Menghambat fungsi motorik normal pada bayi. Kekurangan zat besi akan menghambat fungsi motorik normal pada bayi yang meliputi aktifitas dan juga gerak tubuh, serta kecerdasan bayi.
  2. Meningkatkan resiko bayi lahir prematur dengan berat badan yang lebih rendah. Anemia karena kurangnya zat besi atau disebut dengan Iron deficiency anemia bagi ibu yang hamil akan meningkatkan resiko bayinya lahir dengan prematur dan juga berat badan yang dimiliki bayi rendah.
  3. Menurunkan tenaga dan produktifitas kerja. Kekurangan zat besi yang menjangkit orang dewasa ini akan membuat cepat lelah, sehingga tenaga dan produktifitasnya akan menurun.
  4. Menurunkan daya ingat, fungsi mental, dan kecerdasan. Kekurangan zat besi ini juga mempengaruhi kondisi otak, yakni menurunkan daya ingatnya, fungsi mental, dan juga mengurangi tingkat kecerdasan otak.
Kelebihan Zat Besi
  1. Terjadinya kerusakan saraf dan menyebabkan penyakit jangtung. Ketika kita mengonsumsi makanan atau minuman atau bahkan supemen/ obat yang mana akan menambah zat besi kita hingga melebihi batas normal, maka akan menyebabkan gangguan kesehatan yang disebut dengan hemochromatosis. Jumlah zat besi yang berlebihan ini akan disimpan dalam pankreas maupun hati akan menyebabkan terjadinya penyakit jantung dan gangguan kesehatan sistem saraf otak, sepertipenyebab alzheimer dan juga Parkinson.
  2. Gangguan sumbu hepsidin- ferroportin. Gangguan yang seperti ini merupakan bentuk untama atau pokok dari kelebihan zat besi.
  3. Gangguan menstruasi atau pematangan eritoid.
  4. Hemokromatosis Neonatus. Merupakan gejala yang disebabkan karena kelebihan zat besi sistemik yang parah, dan berhubungan dengan bayi yang baru saja lahir dan mengalami kegagalan hati.
  5. Gangguan Transportasi Besi.
  6. Cereda seluler yang dimediasi oleh besi.

Kelebihan Cobalt
  • berpengaruh pada jantung dan berpengaruh menurunkan fertilitas pada pria
Kekurangan Cobalt
  • Mengurangi pembentukan hemoglobin dan fiksasi nitrogen
Pengertian Magnesium
 Pengertian Magnesium
Copyright © Tugas Sekolah. All rights reserved.